Baterai VRLA 12V 80Ah MPower JP 80-12G untuk UPS, Telekomunikasi dan Sistem Backup Power

wa.082230261340

MPower JP 80-12G adalah baterai VRLA 12V 80Ah untuk UPS dan sistem backup power dengan kapasitas 80Ah/20HR, terminal M8, internal resistance rendah dan desain sealed untuk berbagai aplikasi kritis.

Baterai VRLA 12V 80Ah MPower JP 80-12G untuk UPS dan Sistem Backup Power

Dalam sistem Uninterruptible Power Supply (UPS), baterai merupakan salah satu komponen paling penting karena menentukan kemampuan sistem untuk mempertahankan suplai listrik ketika sumber utama PLN mengalami padam, drop tegangan, atau gangguan lainnya. UPS dengan kualitas baik tetap membutuhkan battery bank yang dirancang secara tepat agar waktu backup sesuai dengan kebutuhan operasional.

Untuk kebutuhan tersebut, MPower Plus JP 80-12G hadir sebagai baterai VRLA 12V 80Ah yang dapat digunakan pada UPS, sistem telekomunikasi, emergency lighting, alarm system, solar powered system, hingga berbagai aplikasi penyimpanan energi.

MPower JP 80-12G merupakan baterai Valve Regulated Lead Acid atau VRLA dengan tegangan nominal 12 volt dan kapasitas nominal 80Ah pada rating 20HR. Berdasarkan datasheet, baterai ini mempunyai dimensi 259 × 168 × 213 mm, berat sekitar 25,8 kg, internal resistance kurang dari 6,5 mΩ serta menggunakan terminal Bolt M8.

Karakteristik tersebut membuat MPower JP 80-12G menarik untuk digunakan sebagai bagian dari battery bank UPS, terutama pada instalasi yang membutuhkan baterai berkapasitas lebih besar dibanding baterai UPS kelas 7Ah, 9Ah atau 12Ah.

Artikel ini membahas spesifikasi, karakteristik discharge, charging, aplikasi, hingga prinsip menentukan jumlah baterai MPower 12V 80Ah untuk UPS.


Mengenal Baterai MPower Plus JP 80-12G 12V 80Ah

MPower Plus JP 80-12G termasuk dalam kategori baterai VRLA rechargeable battery. Teknologi VRLA membuat elektrolit berada di dalam konstruksi baterai tertutup sehingga pengguna tidak perlu melakukan penambahan air secara rutin seperti pada baterai lead-acid konvensional tipe flooded.

Dalam datasheet produk, JP 80-12G juga diposisikan sebagai baterai yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti UPS, telekomunikasi, emergency lighting, alarm system, solar powered system, alternative energy storage dan general applications.

Untuk aplikasi UPS, baterai VRLA menjadi pilihan yang umum karena instalasinya relatif praktis dan dapat disusun secara seri untuk memperoleh tegangan DC tinggi sesuai kebutuhan UPS.

Sebagai contoh, sebuah UPS mungkin membutuhkan tegangan battery bank ratusan volt DC. Dalam kondisi seperti itu, beberapa baterai 12V harus dirangkai secara seri sehingga menghasilkan tegangan DC yang dibutuhkan UPS.

Namun menentukan battery bank tidak boleh hanya berdasarkan kapasitas Ah. Tegangan DC UPS, karakteristik discharge baterai, jumlah baterai, beban aktual, efisiensi UPS dan target backup time semuanya perlu diperhitungkan.

Jika Anda sedang mempelajari konsep tersebut lebih jauh, baca juga artikel Cara Menghitung Backup Time UPS dan Kapasitas Baterai untuk memahami hubungan antara kapasitas UPS, beban dan battery bank.


Spesifikasi MPower JP 80-12G

Berikut spesifikasi utama MPower Plus JP 80-12G berdasarkan datasheet produk.

Parameter Spesifikasi
Brand MPower Plus Battery
Model JP 80-12G
Battery Type VRLA Rechargeable Battery
Nominal Voltage 12 V
Nominal Capacity 80 Ah / 20HR
Panjang 259 mm
Lebar 168 mm
Tinggi 213 mm
Berat ±25,8 kg
Internal Resistance <6,5 mΩ
Container Material ABS
Terminal Bolt M8
Float Charging 2,27–2,28 V/cell
Cycle Charging 2,35–2,40 V/cell
Discharge Temperature -15°C sampai 45°C
Charging Temperature -15°C sampai 45°C
Storage Temperature -15°C sampai 45°C
Expected Float Use Life hingga sekitar 10 tahun pada 20°C sesuai kondisi referensi datasheet

Data tersebut penting ketika sebuah baterai akan digunakan sebagai pengganti baterai existing pada UPS. Kapasitas Ah saja belum cukup menjadi parameter kompatibilitas.

Dimensi, terminal, jumlah baterai dalam satu string, tegangan charging UPS serta karakteristik discharge juga harus diperiksa terlebih dahulu.


Apa Arti Kapasitas 80Ah/20HR?

MPower JP 80-12G mempunyai nominal capacity 80Ah/20HR.

Informasi 20HR menunjukkan bahwa kapasitas nominal baterai dinyatakan berdasarkan metode discharge selama periode sekitar 20 jam pada kondisi pengujian yang ditentukan produsen.

Hal ini penting karena kapasitas baterai tidak selalu sama pada semua tingkat pembebanan.

Pada aplikasi UPS, khususnya ketika listrik padam, baterai sering kali harus melepaskan energi dalam waktu jauh lebih cepat, misalnya 10 menit, 15 menit, 30 menit atau satu jam.

Karena itu seseorang tidak bisa langsung menyimpulkan:

12 V × 80 Ah = 960 Wh

kemudian menganggap energi tersebut selalu tersedia secara penuh pada semua tingkat discharge.

Dalam praktiknya, kemampuan baterai dipengaruhi oleh discharge rate, final voltage, suhu, kondisi baterai, umur baterai dan karakteristik beban.

Itulah mengapa produsen memberikan tabel Constant Current Discharge Characteristics dan Constant Power Discharge Characteristics.


Karakteristik Discharge MPower JP 80-12G

Salah satu bagian penting dalam datasheet MPower JP 80-12G adalah tabel discharge pada temperatur 25°C.

Untuk contoh pada final voltage 10,8 V, tabel Constant Current Discharge menunjukkan karakteristik sekitar:

Waktu Discharge Arus
10 menit 146 A
15 menit 116 A
30 menit 71,8 A
60 menit 44,5 A
2 jam 27,6 A
3 jam 20,0 A
4 jam 16,0 A
5 jam 13,7 A
8 jam 9,39 A
10 jam 8,00 A
20 jam 4,24 A

Datasheet juga menyediakan beberapa pilihan final voltage lainnya, yaitu 9,60 V, 9,90 V, 10,2 V dan 10,5 V sehingga engineer dapat melakukan evaluasi berdasarkan parameter desain sistem.

Selain current discharge, terdapat data Constant Power Discharge.

Pada final voltage 10,8 V misalnya, datasheet menunjukkan kemampuan sekitar 1.582 W untuk 10 menit, 806 W untuk 30 menit, 507 W untuk 60 menit, hingga sekitar 50,9 W untuk periode 20 jam pada kondisi pengujian yang tercantum.

Angka tersebut menunjukkan mengapa sizing battery bank UPS sebaiknya menggunakan tabel atau discharge curve dari produsen, bukan sekadar menghitung kapasitas berdasarkan Ah.

Untuk pembahasan yang lebih spesifik mengenai konfigurasi baterai, Anda dapat membaca Battery Bank UPS: Fungsi, Konfigurasi dan Cara Menentukan Jumlah Baterai.


Mengapa Internal Resistance Baterai Penting?

Datasheet MPower JP 80-12G mencantumkan internal resistance kurang dari 6,5 mΩ.

Internal resistance merupakan salah satu karakteristik penting baterai, terutama untuk aplikasi UPS yang membutuhkan pelepasan daya relatif besar dalam waktu singkat.

Ketika resistansi internal baterai meningkat akibat aging atau kondisi baterai memburuk, voltage drop pada saat menerima beban dapat menjadi lebih besar.

Inilah salah satu alasan pengukuran internal resistance sering digunakan dalam program preventive maintenance battery bank UPS.

Namun hasil resistance sebaiknya tidak dinilai sendirian. Teknisi juga perlu melihat kondisi fisik baterai, tegangan individual, temperatur, hasil discharge test dan histori operasional baterai.


Sistem Charging MPower JP 80-12G

Charging merupakan faktor yang sangat menentukan umur baterai VRLA.

Menurut datasheet MPower JP 80-12G, rekomendasi charging dinyatakan dalam satuan volt per cell atau VPC.

Untuk float charging, nilai yang tercantum adalah sekitar:

2,27–2,28 V/cell

Sedangkan untuk cycle charging:

2,35–2,40 V/cell.

Karena baterai lead-acid 12V terdiri dari beberapa cell, charger atau rectifier pada sistem UPS harus memberikan tegangan charging yang sesuai dengan konfigurasi keseluruhan battery string.

Charging yang terlalu tinggi dapat meningkatkan stres pada baterai. Sebaliknya, charging yang terlalu rendah dapat menyebabkan baterai tidak mencapai kondisi pengisian yang optimal.

Karena itu penggantian baterai UPS perlu mempertimbangkan compatibility antara baterai dengan setting charger UPS.


Pengaruh Temperatur terhadap Float Charging

Datasheet MPower JP 80-12G juga memberikan data temperature compensation untuk float charging.

Temperatur Float Charge
5°C 2,31 V/cell
10°C 2,29 V/cell
15°C 2,28 V/cell
20°C 2,27 V/cell
25°C 2,27 V/cell
30°C 2,25 V/cell
35°C 2,23 V/cell

Data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan float voltage tidak selalu identik pada setiap temperatur.

Inilah salah satu alasan temperatur ruang UPS dan battery room perlu dikontrol.

Baterai yang terus bekerja pada lingkungan dengan temperatur tinggi dapat mengalami proses aging yang lebih cepat dibandingkan baterai yang dioperasikan pada kondisi temperatur referensi yang direkomendasikan.

Datasheet juga menampilkan grafik Life Time vs Temperature, yang memperlihatkan bahwa temperatur mempunyai hubungan penting terhadap ekspektasi umur baterai.

Dengan demikian, penggunaan AC di ruang UPS bukan hanya untuk kenyamanan perangkat elektronik, tetapi juga berperan dalam pengelolaan kondisi battery bank.


Rentang Temperatur Operasional

MPower JP 80-12G memiliki rentang temperatur yang cukup luas pada datasheet, yaitu:

Discharging: -15°C hingga 45°C
Charging: -15°C hingga 45°C
Storage: -15°C hingga 45°C.

Meskipun baterai memiliki rentang temperatur operasi tersebut, bukan berarti semua temperatur memberikan umur pakai yang sama.

Untuk instalasi UPS, data center, rumah sakit dan telekomunikasi, pengendalian temperatur tetap menjadi bagian penting dari desain sistem.

Khususnya untuk battery bank dalam jumlah banyak, layout ruang baterai juga perlu mempertimbangkan jarak antarunit, akses inspeksi, ventilasi dan kemudahan maintenance.

Pembahasan mengenai pemeliharaan sistem tersebut dapat dipelajari lebih lanjut melalui Maintenance Baterai UPS: Pemeriksaan, Testing dan Perawatan Battery Bank.


Expected Float Life MPower JP 80-12G

Datasheet MPower JP 80-12G mencantumkan Expected Float Use Life sekitar 10 tahun pada temperatur referensi 20°C.

Namun angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai nilai referensi berdasarkan kondisi yang ditentukan produsen, bukan jaminan bahwa setiap baterai yang dipasang pasti akan bertahan selama 10 tahun.

Umur aktual battery bank dipengaruhi oleh banyak faktor.

Temperatur ruangan yang tinggi, charging voltage yang tidak sesuai, frekuensi discharge, kedalaman discharge, kualitas sambungan terminal serta kondisi charger dapat memengaruhi performa jangka panjang.

Datasheet juga memberikan grafik cycle life berdasarkan depth of discharge atau DOD. Secara umum grafik tersebut menunjukkan bahwa pola penggunaan dan tingkat kedalaman discharge berhubungan dengan jumlah siklus yang dapat dicapai baterai.

Karena itu evaluasi baterai UPS sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi aktual, bukan hanya berdasarkan usia kalender.


Dimensi MPower JP 80-12G dan Perencanaan Battery Cabinet

Secara fisik, baterai JP 80-12G memiliki dimensi:

259 mm × 168 mm × 213 mm

dengan berat sekitar 25,8 kg per unit.

Informasi ini sangat penting ketika puluhan baterai akan dimasukkan ke dalam battery cabinet atau ditempatkan pada battery rack.

Misalnya sebuah sistem membutuhkan 32 unit baterai. Berat baterai saja secara teoritis sudah mencapai sekitar:

32 × 25,8 kg = 825,6 kg

belum termasuk berat cabinet, cable interlink, busbar dan perangkat proteksi.

Karena itu struktur cabinet dan lantai lokasi instalasi perlu diperhatikan.

Untuk sistem yang menggunakan beberapa battery string, total berat dapat meningkat menjadi lebih dari satu ton.

Desain battery bank juga perlu memastikan setiap baterai dapat diperiksa dan diganti tanpa kesulitan berlebihan.


Terminal Bolt M8

MPower JP 80-12G menggunakan terminal Bolt M8.

Terminal tipe bolt memberikan sambungan mekanis antara baterai dengan intercell connector atau kabel baterai.

Pada battery bank bertegangan DC tinggi, kualitas sambungan terminal sangat penting.

Terminal yang kurang kencang dapat menimbulkan resistansi sambungan, panas dan voltage drop.

Sebaliknya, pengencangan berlebihan juga harus dihindari karena dapat berisiko merusak terminal.

Saat instalasi, teknisi harus menggunakan konektor dan sistem pengencangan yang sesuai dengan rekomendasi produk.


Aplikasi Baterai MPower JP 80-12G

Berdasarkan datasheet, JP 80-12G dapat digunakan pada berbagai aplikasi backup dan penyimpanan energi.

Salah satu penggunaan utamanya adalah UPS atau Uninterruptible Power Supply. Battery bank memungkinkan UPS tetap memberikan listrik ke beban ketika sumber utama mengalami gangguan.

Pada sistem telekomunikasi, baterai dapat berfungsi sebagai sumber DC backup untuk menjaga perangkat komunikasi tetap aktif.

Produk ini juga dicantumkan untuk emergency lighting, alarm system, solar powered system, alternative energy storage, solar street lights dan berbagai general applications.

Untuk setiap aplikasi, desain charging dan discharge tetap harus mengikuti kebutuhan sistem.

Baterai yang cocok secara kapasitas belum tentu langsung dapat digunakan tanpa memastikan voltage, charger dan konfigurasi instalasi.


MPower JP 80-12G untuk Battery Bank UPS

Pada UPS dengan external battery, beberapa baterai 12V biasanya dirangkai seri untuk mendapatkan DC bus yang dibutuhkan.

Sebagai ilustrasi sederhana, apabila sebuah sistem membutuhkan nominal battery voltage 384 VDC, secara matematis:

384 V ÷ 12 V = 32 unit baterai

Artinya satu string dapat terdiri dari 32 baterai 12V.

Namun angka tersebut hanya contoh prinsip perhitungan tegangan.

Jumlah baterai aktual harus mengikuti spesifikasi UPS. Ada UPS yang menggunakan 16, 20, 30, 32, 40 atau konfigurasi jumlah baterai lainnya.

Tidak disarankan mengubah jumlah baterai hanya berdasarkan perhitungan sendiri karena charger, DC bus dan parameter inverter UPS dirancang untuk rentang tertentu.

Jika kebutuhan backup lebih panjang, solusi yang digunakan juga tidak selalu menambah jumlah baterai secara seri.

Pada sistem tertentu, kapasitas dapat ditingkatkan melalui beberapa battery string paralel sesuai desain UPS dan rekomendasi pabrikan.

Untuk memahami konsep UPS dan battery string lebih lengkap, baca Baterai VRLA untuk UPS: Cara Memilih Kapasitas dan Konfigurasi yang Tepat.


Menghitung Backup Time Tidak Cukup Berdasarkan 80Ah

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap baterai 80Ah otomatis mempunyai backup time tertentu.

Padahal backup time sangat bergantung pada daya beban.

UPS 10 kVA dengan beban 20% tentu memiliki kebutuhan energi berbeda dibandingkan UPS yang sama dengan beban 80%.

Selain itu, inverter UPS mempunyai efisiensi dan DC bus voltage tertentu.

Karakteristik discharge baterai juga berubah sesuai durasi.

Karena itu perhitungan runtime sebaiknya mempertimbangkan minimal kapasitas UPS, beban aktual dalam kW, power factor, jumlah baterai, konfigurasi string, discharge curve dan target minimum DC voltage.

Pada proyek kritis seperti rumah sakit, data center dan industri, perhitungan sebaiknya juga memberikan engineering margin sehingga backup time tidak dihitung tepat pada kondisi ideal saja.


Komponen Penting dalam Battery Bank UPS

Battery bank bukan hanya kumpulan baterai.

Sistem yang baik juga membutuhkan battery cabinet atau rack yang memadai, kabel DC dengan luas penampang sesuai, intercell connector, MCCB atau DC breaker, fuse bila diperlukan, busbar, terminal protection serta labeling.

Pada battery bank besar, proteksi menjadi semakin penting karena energi yang tersimpan di dalam baterai cukup besar.

Short circuit pada DC battery system dapat menghasilkan arus yang sangat tinggi.

Karena itu instalasi harus dilakukan dengan prosedur keselamatan yang tepat.

Polaritas juga harus diperiksa sebelum battery bank dihubungkan ke UPS.

Kesalahan polaritas pada sistem DC dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan risiko keselamatan serius.


Kapan Baterai UPS Perlu Dievaluasi atau Diganti?

Baterai UPS tidak sebaiknya menunggu sampai benar-benar gagal.

Evaluasi berkala diperlukan terutama untuk sistem yang melindungi beban kritis.

Beberapa kondisi yang biasanya menjadi dasar pemeriksaan lebih lanjut antara lain runtime yang semakin pendek, UPS memberikan battery warning, voltage baterai tidak seragam, internal resistance meningkat, baterai mengalami deformasi fisik atau hasil discharge test menunjukkan penurunan kemampuan.

Penggantian satu unit baterai di dalam string lama juga perlu dianalisis dengan hati-hati.

Baterai baru dan baterai lama dapat mempunyai karakteristik internal berbeda.

Pada battery bank kritis, keseragaman baterai dalam satu string merupakan aspek penting agar pembagian charging dan discharge tetap baik.


Cara Menjaga Performa MPower JP 80-12G

Untuk mempertahankan performa battery bank, pengelolaan kondisi instalasi sangat penting.

Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan meliputi pengendalian temperatur ruang, pengecekan tegangan battery string, pemeriksaan voltage individual, pemeriksaan terminal, pengecekan indikasi abnormal pada casing, pembersihan battery cabinet, pengukuran internal resistance serta pengujian runtime secara periodik.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan charger UPS bekerja sesuai parameter baterai.

Float charging yang tidak sesuai dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada kesehatan baterai.

Data charging pada datasheet MPower JP 80-12G dapat digunakan sebagai salah satu referensi teknis ketika engineer melakukan evaluasi sistem.


MPower JP 80-12G untuk Data Center dan Server

Data center memerlukan sistem power protection berlapis karena gangguan listrik beberapa detik saja dapat memengaruhi server, storage, network equipment dan layanan digital.

Dalam konfigurasi tersebut, UPS berfungsi menjembatani periode antara kegagalan PLN dengan tersedianya sumber alternatif seperti genset.

Battery bank menentukan berapa lama UPS dapat mempertahankan beban.

Baterai 12V 80Ah seperti MPower JP 80-12G dapat menjadi salah satu pilihan dalam desain sistem tersebut selama memenuhi kebutuhan DC bus dan discharge UPS.

Untuk instalasi data center, monitoring individual battery juga dapat dipertimbangkan agar kondisi setiap baterai dapat diketahui sebelum kegagalan berkembang menjadi masalah battery string.


MPower 80Ah untuk Telekomunikasi

Sistem telekomunikasi membutuhkan ketersediaan daya tinggi karena perangkat harus tetap aktif meskipun terjadi gangguan listrik.

Datasheet JP 80-12G secara eksplisit mencantumkan telecommunication sebagai salah satu aplikasi produk.

Dalam implementasinya, engineer perlu memastikan konfigurasi tegangan sesuai dengan rectifier atau DC power system yang digunakan.

Selain kapasitas, temperatur shelter, siklus discharge dan charging profile akan memengaruhi kinerja baterai.


MPower JP 80-12G untuk Solar Powered System

Solar powered system juga termasuk dalam daftar aplikasi pada datasheet MPower JP 80-12G.

Pada sistem tenaga surya, baterai berfungsi menyimpan energi yang dihasilkan panel surya untuk digunakan saat produksi PV menurun atau ketika malam hari.

Namun battery sizing pada PLTS berbeda dari UPS.

PLTS perlu mempertimbangkan energi harian, depth of discharge, solar irradiation, autonomy day dan kapasitas charger.

Karena itu penggunaan baterai 80Ah pada sistem tenaga surya harus dihitung berdasarkan kebutuhan energi aktual, bukan hanya berdasarkan daya panel surya.


Keunggulan MPower JP 80-12G

Dari sisi karakteristik produk, beberapa poin penting yang dapat diperhatikan adalah kapasitas 80Ah/20HR, konstruksi VRLA, desain sealed, internal resistance rendah, terminal Bolt M8, rentang temperatur operasi yang luas dan ketersediaan data discharge yang cukup detail.

Datasheet juga menampilkan klaim no electrolyte leakage, easy maintenance serta safe and efficient operation.

Keberadaan discharge data menjadi nilai penting bagi engineer karena perhitungan baterai dapat dilakukan berdasarkan durasi backup yang benar-benar dibutuhkan.


Memilih Baterai UPS Jangan Hanya Berdasarkan Harga

Harga memang merupakan salah satu pertimbangan procurement, tetapi keputusan mengganti baterai sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga per unit.

Baterai UPS merupakan bagian dari sistem keselamatan kelistrikan.

Produk perlu dievaluasi berdasarkan tegangan, kapasitas, karakteristik high-rate discharge, charging requirement, ukuran, terminal serta kesesuaiannya dengan UPS.

Penggunaan baterai yang tepat membantu mengurangi risiko UPS kehilangan backup lebih cepat dari waktu yang direncanakan.

Dalam proyek replacement, data baterai existing juga sebaiknya dibandingkan terlebih dahulu dengan baterai pengganti.


Kesimpulan

MPower Plus JP 80-12G merupakan baterai VRLA dengan tegangan nominal 12V dan kapasitas 80Ah/20HR yang dirancang untuk berbagai kebutuhan backup dan penyimpanan energi.

Berdasarkan datasheet, baterai memiliki dimensi 259 × 168 × 213 mm, berat sekitar 25,8 kg, internal resistance kurang dari 6,5 mΩ, menggunakan terminal Bolt M8, serta mendukung rentang temperatur discharge, charging dan storage dari -15°C sampai 45°C. Float charging tercantum sekitar 2,27–2,28 V/cell, sedangkan cycle charging sekitar 2,35–2,40 V/cell.

Aplikasinya mencakup UPS, telekomunikasi, emergency lighting, alarm system, solar powered system, alternative energy storage dan general application.

Khusus untuk UPS, pemilihan baterai tidak cukup berdasarkan kapasitas 80Ah. Jumlah baterai, DC bus UPS, discharge characteristic, beban aktual serta target backup time harus dianalisis secara menyeluruh.

DBSN Group melalui UPSIndonesia.com dapat membantu kebutuhan baterai UPS mulai dari analisa spesifikasi, perhitungan jumlah battery bank, estimasi backup time, battery cabinet, kabel dan konektor hingga instalasi serta maintenance.

Website: www.upsindonesia.com

Interlink yang digunakan dalam artikel

Empat interlink paling relevan untuk membangun topical authority artikel ini adalah Cara Menghitung Backup Time UPS, Battery Bank UPS, Maintenance Baterai UPS, dan Baterai VRLA untuk UPS. Jika URL artikel yang sudah ada di website berbeda, slug pada tautan di atas sebaiknya disesuaikan dengan URL aktual agar tidak menimbulkan halaman 404.

Weight 30 kg

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Baterai VRLA 12V 80Ah MPower JP 80-12G untuk UPS, Telekomunikasi dan Sistem Backup Power”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like…

Scroll to Top