UPS Modular Riello Multi Power2 300–600 kW: Solusi Power Protection untuk Data Center dan Industri
UPS Modular Riello Multi Power2 300–600 kW dirancang untuk menjawab kebutuhan power protection pada data center, industri, transportasi, dan berbagai infrastruktur yang tidak dapat mentoleransi terputusnya pasokan listrik. Di lingkungan seperti ini, UPS bukan hanya berfungsi memberikan daya sementara ketika sumber listrik mengalami gangguan. Sistem UPS juga harus mampu memberikan efisiensi tinggi, redundancy, fleksibilitas pengembangan kapasitas, serta kemudahan perawatan.
Riello mengembangkan Multi Power2 sebagai evolusi dari lini modular UPS Multi Power yang telah digunakan untuk melindungi berbagai critical application. Salah satu perubahan penting pada generasi Multi Power2 adalah peningkatan power density. Dengan power module berkapasitas 67 kW, satu kabinet dapat menyediakan kapasitas hingga 600 kW, sementara enam sistem yang diparalelkan dapat dikembangkan hingga 3.600 kW atau 3,6 MW.
Konsep tersebut membuat Multi Power2 menarik untuk proyek yang beban listriknya dapat berkembang dari waktu ke waktu. Data center, misalnya, tidak selalu membutuhkan kapasitas maksimum sejak hari pertama beroperasi. Jumlah rack, server, storage, dan perangkat jaringan dapat terus bertambah. Dalam situasi seperti ini, membeli UPS berkapasitas terlalu besar sejak awal berpotensi meningkatkan investasi awal sekaligus menyebabkan sistem beroperasi jauh di bawah kapasitas optimal.
Pendekatan modular memungkinkan sistem daya mengikuti pertumbuhan kebutuhan beban secara lebih fleksibel.
Apa Itu UPS Modular Riello Multi Power2?
UPS modular adalah sistem UPS yang kapasitas dayanya dibangun dari sejumlah power module independen di dalam satu kabinet. Berbeda dengan UPS monoblock yang memiliki satu power stage dengan kapasitas tetap, UPS modular memungkinkan kapasitas sistem disesuaikan melalui jumlah modul daya yang terpasang.
Pada Riello Multi Power2, power module memiliki kapasitas 67 kW dengan ukuran 3U. Berdasarkan konfigurasi kabinetnya, tersedia tiga kelas utama:
- Multi Power2 300 dengan kapasitas hingga 300 kW.
- Multi Power2 500 dengan kapasitas hingga 500 kW.
- Multi Power2 600 dengan kapasitas hingga 600 kW.
Untuk mencapai kapasitas penuh, MP2 300 menggunakan lima power module, MP2 500 menggunakan delapan power module, sedangkan MP2 600 menggunakan sembilan power module.
Arsitektur semacam ini memberikan fleksibilitas yang penting dalam desain critical power. Engineer dapat merencanakan kabinet berdasarkan kebutuhan jangka panjang, tetapi memasang jumlah power module berdasarkan actual load dan kebutuhan redundancy saat ini.
Ketika beban berkembang, power module tambahan dapat dimasukkan ke dalam sistem.
Riello menyatakan bahwa peningkatan daya tersebut dapat dilakukan ketika UPS tetap beroperasi dalam ONLINE double conversion tanpa menyebabkan gangguan terhadap beban.
Konsep tersebut sangat relevan pada fasilitas yang membutuhkan availability tinggi karena penambahan kapasitas tidak harus identik dengan penghentian sistem secara keseluruhan.
Mengapa Data Center Membutuhkan UPS Modular?
Pertumbuhan data center cenderung berlangsung bertahap. Sebuah fasilitas mungkin pada awal pengoperasian hanya menggunakan sebagian dari total kapasitas ruang yang tersedia. Namun seiring masuknya customer, bertambahnya rack, atau meningkatnya kebutuhan komputasi, beban listrik juga meningkat.
UPS konvensional dengan kapasitas tetap dapat menghadirkan dua pilihan yang tidak selalu ideal.
Pertama, perusahaan membeli UPS mengikuti kebutuhan awal. Ketika beban bertambah, diperlukan UPS tambahan atau perubahan arsitektur distribusi listrik.
Kedua, perusahaan membeli UPS berdasarkan kebutuhan kapasitas akhir proyek. Pendekatan ini dapat menyebabkan investasi besar di awal, sementara sebagian kapasitas UPS belum digunakan.
Sistem modular memberikan alternatif dengan mengembangkan kapasitas melalui penambahan power module.
Selain scalability, modularitas juga berhubungan erat dengan maintenance dan redundancy. Power module Multi Power2 dirancang independen dan hot-swappable, serta memiliki selective disconnection pada sisi input dan output. Setiap modul juga dipisahkan secara mekanis.
Dengan demikian, desain UPS dapat disusun agar kehilangan satu modul tidak selalu berarti kehilangan keseluruhan sistem, tergantung konfigurasi kapasitas dan redundancy yang digunakan.
Interlink 1
Baca juga: Apa Itu UPS Modular? Mengenal Teknologi Riello Multi Power2 untuk Data Center
Tiga Pilihan Kapasitas Multi Power2: 300, 500 dan 600 kW
Riello menyediakan Multi Power2 dalam tiga platform utama sehingga engineer dapat memilih sistem yang paling sesuai dengan skala fasilitas.
Riello Multi Power2 300 kW
MP2 300 menyediakan lima slot power module. Lima modul MP2 67 PM digunakan untuk mencapai konfigurasi daya penuh sekitar 300 kW.
Apabila beberapa sistem MP2 300 diparalelkan, kapasitas maksimum yang disebutkan dalam datasheet dapat mencapai 1.800 kW.
Model ini dapat menjadi opsi bagi fasilitas yang membutuhkan beberapa ratus kilowatt tetapi tetap ingin mempertahankan konsep modular.
Riello Multi Power2 500 kW
MP2 500 mempunyai delapan slot power module dan dapat mencapai nominal power hingga 500 kW.
Dengan kemampuan parallel hingga enam sistem, kapasitas maksimal yang tercantum mencapai 3.000 kW.
Platform 500 kW juga menawarkan konfigurasi yang memungkinkan integrasi dengan infrastruktur listrik existing sesuai desain proyek.
Riello Multi Power2 600 kW
MP2 600 merupakan platform dengan power density tertinggi pada seri ini.
Sembilan power module digunakan untuk mencapai kapasitas sistem hingga 600 kW dalam satu kabinet.
Ketika enam sistem diparalelkan, total daya dapat berkembang hingga 3.600 kW.
Kemampuan tersebut membuat Multi Power2 dapat digunakan mulai dari instalasi ratusan kilowatt hingga arsitektur critical power dalam skala beberapa megawatt.
Yang perlu dipahami adalah kapasitas UPS sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan angka maksimum. Engineer tetap perlu menghitung actual critical load, load growth, redundancy, karakteristik beban, serta strategi backup.
Dua Teknologi Power Module: IGBT dan Silicon Carbide
Salah satu bagian penting dari Multi Power2 adalah penggunaan dua jenis power module.
Versi standar menggunakan teknologi IGBT, sedangkan versi BLUE menggunakan teknologi Silicon Carbide atau SiC.
Menurut Riello, power module standar dapat mencapai efisiensi hingga sekitar 96,5%, sedangkan MP2 67 PM BLUE dengan SiC dapat mencapai efisiensi hingga 98,1% dalam ONLINE Mode.
Angka tersebut penting karena UPS pada data center atau fasilitas industri dapat bekerja selama 24 jam sehari.
Selisih beberapa persen dalam efisiensi dapat berdampak pada energi yang hilang sebagai losses.
Semakin kecil losses, semakin sedikit pula energi listrik yang berubah menjadi panas. Hal ini dapat membantu menurunkan beban sistem cooling dan biaya operasional.
Riello memberikan ilustrasi pada datasheet MP2 600 menggunakan BLUE modules dibandingkan UPS dengan efisiensi 96%. Dengan asumsi perhitungan tertentu dari produsen, peningkatan efisiensi tersebut dapat menghasilkan penghematan energi sekaligus penurunan emisi CO₂.
Angka aktual tentu akan berbeda berdasarkan persentase load, tarif listrik, efisiensi cooling, waktu operasional, temperatur ruangan, serta konfigurasi sistem.
Karena itu, efisiensi UPS sebaiknya dianalisis dalam konteks Total Cost of Ownership atau TCO, bukan hanya harga pembelian awal.
Bagaimana Teknologi SiC Membantu Meningkatkan Efisiensi UPS?
Silicon Carbide merupakan teknologi semiconductor yang digunakan Riello pada BLUE Power Module.
Dalam konteks Multi Power2, tujuan utama penggunaan teknologi tersebut adalah menghasilkan power module dengan efisiensi tinggi sekaligus power density yang lebih besar.
Riello menyebut solusi berbasis SiC memungkinkan desain yang lebih compact, reliable, dan robust.
Bagi data center, kebutuhan ruang merupakan faktor yang sangat penting.
Setiap meter persegi electrical room yang digunakan untuk UPS, battery cabinet, switchgear dan cooling harus dihitung secara efisien.
Multi Power2 menawarkan kemampuan hingga 600 kW dalam footprint sekitar 0,52 m² untuk kabinet tertentu. Riello juga mencantumkan power density sekitar 1,75 kW/dm³ pada power module.
Desain compact tersebut dapat membantu engineer mendapatkan kapasitas daya yang lebih tinggi tanpa harus menambah luas ruang UPS secara proporsional.
Interlink 2
Baca juga: Teknologi Silicon Carbide pada UPS: Mengapa Efisiensi Riello Multi Power2 Bisa Mencapai 98,1%?
Hot-Swappable Power Module dan Pentingnya Serviceability
Critical infrastructure membutuhkan UPS yang tidak hanya reliable ketika beroperasi, tetapi juga mudah dipelihara.
Dalam praktiknya, setiap peralatan elektronik mempunyai komponen yang perlu diperiksa, dirawat atau pada akhirnya diganti.
Karena itu, serviceability merupakan salah satu parameter penting saat memilih UPS untuk data center atau industri.
Power module Multi Power2 dirancang sebagai modul independen dan hot-swappable.
Artinya, arsitektur sistem memungkinkan power module ditambahkan atau diganti dengan lebih praktis dibandingkan harus membongkar keseluruhan power stage UPS.
Riello juga menyebut bahwa power module dan sejumlah komponen utama dapat diganti dalam hitungan menit oleh engineer.
Kemampuan ini dapat membantu mengurangi durasi pekerjaan onsite.
Namun penting dipahami bahwa konsep hot-swappable tidak berarti seluruh prosedur keselamatan dapat diabaikan. Pekerjaan tetap harus mengikuti prosedur teknis, kapasitas redundancy sistem, kondisi load, dan panduan dari manufacturer.
Untuk fasilitas dengan tingkat availability tinggi, engineer biasanya akan menentukan reserve capacity sehingga ketika satu power module harus dikeluarkan dari sistem, kapasitas tersisa tetap mampu menopang critical load.
Inilah salah satu alasan arsitektur modular sering dipilih untuk data center.
Distributed Intelligence untuk Meningkatkan Resilience Sistem
Arsitektur modular yang baik tidak cukup hanya dengan menempatkan beberapa power module dalam satu kabinet.
Sistem kontrol dan komunikasi juga harus dirancang agar tidak bergantung pada satu komponen saja.
Riello Multi Power2 menggunakan konsep distributed intelligence. Menurut datasheet, struktur komunikasi internal menggunakan dua high-speed bus yang terpisah dan fully redundant.
Selain itu, sistem melakukan automatic health-check ketika sebuah modul dipasang.
Tujuannya adalah memverifikasi kondisi modul sebelum menjadi bagian aktif dari sistem.
Jika power module yang dimasukkan menggunakan versi firmware berbeda, sistem juga mendukung automatic firmware alignment.
Riello bahkan menyebut upgrade firmware komprehensif dapat dilakukan ketika UPS tetap bekerja dalam ONLINE double conversion.
Fungsi-fungsi tersebut membantu mengurangi potensi kesalahan konfigurasi ketika dilakukan penggantian atau penambahan modul.
Multi Power2 juga menggunakan sejumlah sensor di setiap modul.
Informasi operating condition dapat digunakan untuk monitoring dan mendukung predictive maintenance berdasarkan kondisi aktual.
Datasheet juga menyebut keberadaan embedded status counters serta sensor temperatur dan kelembapan untuk memberikan informasi real-time kepada operator.
Bagi fasilitas critical, data semacam ini penting karena maintenance yang baik seharusnya tidak hanya dilakukan ketika terjadi alarm.
Tren temperatur, jumlah operating hours, kondisi module dan histori kejadian dapat membantu tim facility menyusun maintenance secara lebih terencana.
Interleaving Technology dan Pengaruhnya terhadap Baterai
UPS dan battery system merupakan satu kesatuan.
Meskipun UPS memiliki efisiensi tinggi dan modularitas yang baik, kualitas pengelolaan sisi DC tetap mempengaruhi keandalan keseluruhan sistem.
Riello Multi Power2 menggunakan embedded interleaving technology yang ditujukan untuk mengurangi nilai ripple current.
Menurut datasheet, pengurangan ripple tersebut membantu memperpanjang umur baterai sekaligus DC capacitor.
Ripple current yang lebih rendah penting karena battery bank bukan hanya sumber energi ketika listrik padam. Dalam kondisi normal, battery bank tetap terhubung dengan sistem DC UPS dan menerima charging.
Kualitas sistem charging dan karakteristik ripple dapat mempengaruhi kondisi baterai dalam jangka panjang.
Karena itu, desain sistem baterai sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah Ah.
Engineer juga perlu mempertimbangkan battery technology, backup time, discharge characteristic, temperatur ruangan, umur desain, maintenance, dan strategi replacement.
Multi Power2 Mendukung VRLA, Lithium-Ion dan Supercapacitor
Multi Power2 tidak dibatasi hanya pada satu teknologi penyimpanan energi.
Menurut spesifikasi Riello, sistem kompatibel dengan:
- VRLA battery
- Lithium-Ion battery
- Supercapacitor
Selain itu, untuk parallel UPS system, battery arrangement dapat dibuat dalam konfigurasi Separate maupun Common battery.
Pilihan teknologi baterai akan sangat tergantung pada kebutuhan proyek.
VRLA masih banyak digunakan karena telah lama menjadi standar dalam aplikasi UPS dan relatif mudah diterapkan.
Lithium-Ion dapat menjadi alternatif untuk proyek yang memprioritaskan energy density, monitoring, dan karakteristik lifecycle tertentu.
Supercapacitor dapat digunakan pada kebutuhan yang memerlukan energi dalam durasi tertentu sesuai desain sistem.
Namun penentuan teknologi tidak dapat dilakukan hanya dari sisi UPS.
Engineer harus menghitung runtime yang dibutuhkan.
Apakah UPS hanya perlu menopang beban selama perpindahan ke generator? Apakah dibutuhkan backup 5 menit, 15 menit, 30 menit atau lebih lama?
Semakin panjang backup time, semakin besar pula kapasitas penyimpanan yang harus disediakan.
Interlink 3
Baca juga: Baterai UPS Riello Multi Power2: Perbandingan VRLA, Lithium-Ion dan Supercapacitor
Konfigurasi Kabinet PCM, PC0 dan PCS
Setiap proyek mempunyai kondisi electrical infrastructure yang berbeda.
Ada instalasi baru yang seluruh panel dan distribusinya dirancang dari awal. Ada pula proyek retrofit yang harus mengintegrasikan UPS baru dengan switchgear existing.
Untuk kebutuhan tersebut, Multi Power2 tersedia dalam beberapa konfigurasi kabinet.
PCM
Konfigurasi PCM menggunakan integrated manual bypass dan memungkinkan sistem dibangun dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.
Multi Power2 300 dan Multi Power2 500 tersedia dalam konfigurasi ini.
PC0
Konfigurasi PC0 disediakan tanpa switches.
Konsep tersebut ditujukan untuk mempermudah integrasi dengan existing electrical infrastructure sekaligus mengakomodasi kondisi ruang yang berbeda.
Pada MP2 600, konfigurasi PC0 dapat mencapai kapasitas hingga 600 kW.
PCS
PCS merupakan versi dengan sistem switching lebih lengkap.
Konfigurasi ini dapat mencakup:
- main input switch;
- bypass switch;
- manual bypass switch;
- output switch.
Riello juga menyediakan konfigurasi dengan top ventilation pada model tertentu.
Diagram produk pada datasheet halaman 3 sampai 5 memperlihatkan posisi Power Module, Bypass Module, System Monitoring Unit, manual bypass switch, input switch, bypass switch dan output switch pada masing-masing desain kabinet.
Fleksibilitas ini penting karena arah masuk kabel, ventilation, layout switchgear dan ruang maintenance dapat berbeda pada setiap site.
Input dan Output yang Dirancang untuk Infrastruktur Tiga Fase
Multi Power2 menggunakan sistem tiga fase dengan neutral.
Tegangan rated input yang tercantum adalah 380, 400 atau 415 V three-phase + neutral, dengan frekuensi 50 atau 60 Hz.
Input power factor tercantum 0,99, sementara THDi berada di bawah 3% sesuai kondisi yang disebutkan pada datasheet.
Pada sisi output, tegangan nominal tersedia pada:
380 / 400 / 415 V three-phase + neutral
dengan power factor 1.
Voltage stability output tercantum ±1%.
Multi Power2 diklasifikasikan menurut IEC 62040-3 sebagai:
VFI – SS – 111
VFI merupakan singkatan dari Voltage and Frequency Independent.
Pada arsitektur ONLINE double conversion, beban critical memperoleh suplai dari output inverter UPS sehingga gangguan pada sisi input dapat dipisahkan dari supply menuju load sesuai operating mode dan kondisi sistem.
Bypass untuk Menjaga Fleksibilitas Operasional
Selain inverter dan rectifier, bypass merupakan komponen penting dari UPS berkapasitas besar.
Riello Multi Power2 menggunakan modular bypass yang fully rated sesuai maximum power dari sistem.
Datasheet mencantumkan kemampuan overload bypass:
- 125% selama 10 menit.
- 150% selama 1 menit.
Bypass dapat berperan dalam kondisi tertentu ketika beban perlu dialihkan dari inverter UPS menuju bypass supply.
Pada instalasi critical, desain bypass perlu mempertimbangkan kualitas sumber bypass, coordination protection, manual bypass, maintenance procedure, serta hubungan dengan switchgear upstream dan downstream.
Monitoring dengan Touchscreen 10 Inci
Kemudahan monitoring menjadi salah satu aspek penting karena UPS ratusan kilowatt biasanya menjadi bagian dari sistem kelistrikan yang lebih besar.
Multi Power2 dilengkapi 10-inch colour touchscreen.
Display tersebut memberikan informasi mengenai operating state, measurement, serta kondisi sistem dan individual power module.
Selain layar utama, terdapat LED bar yang memberikan indikasi status UPS secara cepat.
NetMan 208C tersedia sebagai network card standar.
Untuk komunikasi tambahan tersedia configurable input/output signals serta dua free slots untuk optional communication accessories.
Sistem juga mempunyai R.E.P.O atau Remote Emergency Power Off.
Multi Power2 kompatibel dengan software PowerShield3 serta layanan RielloConnect untuk monitoring jarak jauh dan proactive monitoring.
Dalam lingkungan data center, monitoring semacam ini dapat diintegrasikan ke prosedur facility management sehingga kondisi UPS tidak hanya diperiksa secara lokal.
Skalabilitas hingga 3,6 MW
Salah satu kemampuan terbesar Multi Power2 adalah parallel system.
Riello menyebut maksimal enam unit UPS dapat diparalelkan.
Jika konfigurasi menggunakan MP2 600, kapasitas keseluruhan dapat mencapai:
6 × 600 kW = 3.600 kW atau 3,6 MW.
Skala tersebut memungkinkan sistem digunakan pada critical infrastructure dengan kebutuhan daya besar.
Namun keuntungan parallel UPS tidak hanya mengenai peningkatan total kW.
Parallel configuration juga dapat digunakan untuk menyusun redundancy.
Sebagai contoh konsep umum, engineer dapat merencanakan kapasitas load dengan reserve tertentu sehingga satu modul atau satu unit tetap dapat dilepas sesuai desain tanpa langsung kehilangan seluruh kemampuan sistem.
Konfigurasi akhir tetap harus melalui electrical engineering calculation dan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan nominal UPS.
Interlink 4
Baca juga: Cara Meningkatkan Kapasitas UPS hingga 3,6 MW dengan Sistem Parallel Riello Multi Power2
Efisiensi UPS dan Total Cost of Ownership
Harga pembelian hanyalah salah satu bagian dari biaya operasional UPS.
UPS data center dapat bekerja 24 jam sehari dan 365 hari setahun.
Karena itu, losses yang kecil sekalipun akan terakumulasi menjadi konsumsi energi yang signifikan.
Misalnya, apabila sebuah UPS mempunyai input power lebih besar daripada output power yang dikirimkan ke load, selisih tersebut menjadi losses.
Sebagian besar akhirnya berubah menjadi panas.
Artinya, perusahaan tidak hanya membayar energi yang hilang di UPS, tetapi juga energi tambahan yang dibutuhkan sistem cooling untuk membuang panas tersebut.
Di sinilah efisiensi hingga 98,1% pada BLUE SiC Power Module menjadi relevan.
Riello memberikan ilustrasi penghematan untuk MP2 600 dibanding UPS dengan efisiensi 96%.
Contoh produsen menggunakan asumsi average load 50%, COP cooling 3, nilai emisi 0,3 kg CO₂/kWh dan biaya energi €0,2/kWh. Berdasarkan kondisi tersebut, Riello mengilustrasikan potensi penghematan energi sekitar €14.000 per tahun dan sekitar 22 ton CO₂.
Angka tersebut bukan nilai tetap untuk setiap proyek.
Biaya aktual di Indonesia akan sangat tergantung tarif energi, operating load, temperatur, konfigurasi cooling dan jam operasi.
Namun ilustrasi tersebut menunjukkan mengapa efisiensi UPS perlu dihitung sebagai bagian dari TCO.
Mengurangi Risiko Oversizing UPS
Oversizing merupakan kondisi ketika kapasitas UPS jauh lebih besar dibanding load yang sebenarnya digunakan.
Di tahap desain, oversizing sering dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan masa depan.
Namun pada sistem monoblock, seluruh kapasitas besar tersebut sudah harus dibeli sejak awal.
Dengan sistem modular, strategi dapat berbeda.
Cabinet capacity dapat direncanakan untuk kebutuhan jangka panjang, tetapi jumlah power module disesuaikan dengan kebutuhan aktual plus redundancy yang diperlukan.
Ketika load tumbuh, power module tambahan dapat dipasang.
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengelola CAPEX secara bertahap.
Pada saat yang sama, jumlah modul yang aktif dapat disesuaikan agar UPS bekerja pada operating range yang lebih efisien.
Multi Power2 bahkan menyediakan Efficiency Control Mode yang menjadi bagian dari fitur standar menurut datasheet.
Aplikasi Riello Multi Power2
Datasheet Multi Power2 secara khusus menampilkan tiga kategori aplikasi utama:
Data Center, Industry dan Transport.
Data Center
Data center membutuhkan kontinuitas pasokan listrik untuk server, storage, networking equipment dan berbagai critical IT load.
Arsitektur modular memudahkan peningkatan kapasitas mengikuti pertumbuhan rack dan IT load.
Industri
Di sektor industri, gangguan listrik dapat menghentikan control system, automation, monitoring atau proses kritis lainnya.
UPS dengan kapasitas ratusan kilowatt dapat digunakan sebagai bagian dari sistem perlindungan daya untuk load yang memang membutuhkan uninterrupted power.
Transport
Infrastructure transport juga dapat memiliki sistem kritis yang membutuhkan kontinuitas energi.
Riello menempatkan sektor transport sebagai salah satu aplikasi Multi Power2.
Pemilihan UPS untuk masing-masing aplikasi tetap membutuhkan studi load karena karakteristik beban data center dan industri dapat sangat berbeda.
UPS Modular atau UPS Monoblock?
Tidak semua proyek otomatis membutuhkan UPS modular.
UPS monoblock tetap dapat menjadi solusi apabila kebutuhan daya relatif stabil dan arsitektur electrical system tidak memerlukan pertumbuhan modular yang signifikan.
Namun UPS modular memiliki beberapa keuntungan ketika load terus berkembang.
| Faktor | UPS Modular | UPS Monoblock |
|---|---|---|
| Penambahan kapasitas | Melalui power module | Biasanya memerlukan penambahan unit |
| Skalabilitas | Tinggi | Bergantung kapasitas unit |
| Redundancy | Fleksibel pada level modul/sistem | Umumnya melalui unit tambahan |
| Maintenance | Komponen lebih modular | Lebih terpusat |
| Investasi awal | Dapat disesuaikan kebutuhan awal | Sering mengikuti kapasitas UPS penuh |
| Expansion | Relatif mudah | Memerlukan perencanaan tambahan |
Perbandingan tersebut bersifat konseptual. Desain aktual dapat berbeda berdasarkan produk dan konfigurasi proyek.
Interlink 5
Baca juga: UPS Modular vs UPS Monoblock untuk Data Center: Mana yang Lebih Tepat?
Cara Menentukan Kapasitas Riello Multi Power2
Meskipun tersedia dalam platform 300, 500 dan 600 kW, pemilihan model tidak boleh hanya berdasarkan penjumlahan daya nameplate peralatan.
Engineer sebaiknya melakukan load assessment secara menyeluruh.
Beberapa data penting antara lain:
- Total critical load dalam kW.
- Load profile normal dan maksimum.
- Target expansion tiga sampai lima tahun.
- Redundancy requirement.
- Generator capacity.
- Karakteristik beban.
- Backup time yang dibutuhkan.
- Teknologi baterai.
- Tegangan distribusi.
- Ruang untuk UPS dan battery system.
- Sistem cooling.
- Jalur cable input dan output.
- Kebutuhan bypass.
- Grounding.
- Integrasi monitoring.
Sebagai contoh, apabila current critical load 250 kW, engineer tidak otomatis memilih MP2 300 hanya karena kapasitas tersebut berada di atas 250 kW.
Perlu diperiksa reserve capacity, future growth dan redundancy yang diinginkan.
Bisa jadi MP2 500 dengan jumlah power module tertentu lebih sesuai apabila ekspansi load cukup besar.
Sebaliknya, oversizing yang terlalu jauh tanpa alasan juga tidak ideal.
Karena itulah keunggulan modular berada pada kemampuan mengembangkan kapasitas secara bertahap.
Pentingnya Redundancy pada Critical Power
Salah satu istilah yang umum digunakan dalam critical power adalah N+1.
N merupakan kapasitas minimum yang dibutuhkan untuk menopang load.
+1 menunjukkan adanya tambahan module atau capacity sebagai reserve.
Misalnya, apabila empat module cukup untuk menopang critical load, konfigurasi dapat dirancang menggunakan lima module apabila architecture dan calculation memang mendukung.
Jika satu module perlu dilepas untuk maintenance, kapasitas yang tersisa masih dapat menopang load.
Konsep redundancy dapat dikembangkan hingga tingkat kabinet dan parallel system.
Namun desain N+1, N+N atau configuration lainnya harus ditentukan berdasarkan target availability serta risk profile proyek.
Multi Power2 menyediakan building block yang fleksibel karena power module dan sistemnya dapat dikembangkan secara modular.
Site Survey Sebelum Instalasi UPS 300–600 kW
UPS dengan kapasitas ratusan kilowatt tidak dapat dipasang hanya berdasarkan datasheet.
Site survey merupakan tahap penting untuk memastikan equipment sesuai dengan kondisi aktual instalasi.
Beberapa hal yang perlu diperiksa meliputi:
Incoming Power
Periksa tegangan, frekuensi, kapasitas transformer, MCCB incoming dan existing electrical network.
Critical Load
Identifikasi seluruh peralatan yang benar-benar harus dilindungi UPS.
Tidak semua load gedung harus selalu masuk ke UPS.
Existing Panel
Periksa kapasitas panel, busbar, protection device dan ruang ekspansi.
Cable Route
UPS ratusan kilowatt membutuhkan kabel berukuran besar.
Panjang jalur, tray, bending radius dan akses instalasi harus diperhitungkan.
UPS Room
Pastikan terdapat ruang yang cukup untuk kabinet, akses depan, ventilation dan maintenance.
Multi Power2 dirancang dengan connection terminal yang dapat diakses dari depan, namun clearance instalasi tetap harus mengikuti manual engineering.
Battery Room
Jika menggunakan external battery bank, lokasi baterai harus mempertimbangkan dimensi, berat, ventilation, temperatur dan akses maintenance.
Cooling
Semakin rendah losses UPS, semakin kecil beban panas yang harus dilepaskan.
Namun electrical room tetap membutuhkan kontrol temperatur yang sesuai.
Grounding
Grounding merupakan bagian fundamental dari sistem kelistrikan critical.
Seluruh equipment, panel dan proteksi harus terintegrasi dengan grounding system yang memenuhi kebutuhan instalasi.
Interlink 6
Baca juga: UPS untuk Data Center: Cara Menentukan Kapasitas, Redundancy dan Backup Time
Spesifikasi Utama Riello Multi Power2 300–600 kW
Berikut ringkasan parameter utama berdasarkan datasheet Riello:
| Parameter | Riello Multi Power2 |
|---|---|
| Topology | ONLINE / VFI |
| Kapasitas kabinet | 300 / 500 / 600 kW |
| Power Module | 67 kW / 3U |
| Input | 380 / 400 / 415 V 3-phase + neutral |
| Frequency | 50 / 60 Hz |
| Input Power Factor | 0,99 |
| THDi | <3% |
| Output | 380 / 400 / 415 V |
| Output Power Factor | 1 |
| Voltage Stability | ±1% |
| Efficiency | hingga 98,1% |
| Parallel System | hingga 6 unit |
| Maximum Capacity | hingga 3.600 kW |
| Battery | VRLA / Li-Ion / Supercaps |
| Battery Arrangement | Separate / Common |
| Display | 10-inch touchscreen |
| Network Card | NetMan 208C |
| Cabinet Protection | IP20 |
| Operating Temperature | 0°C hingga +40°C |
| Standard | IEC EN 62040-1, IEC EN 62040-2, IEC 62040-3 |
Kesimpulan
UPS Modular Riello Multi Power2 300–600 kW menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan UPS berkapasitas tetap.
Dengan power module 67 kW, kapasitas dapat dibangun mengikuti kebutuhan aktual fasilitas.
MP2 300 menyediakan kapasitas hingga 300 kW, MP2 500 hingga 500 kW, dan MP2 600 hingga 600 kW dalam satu sistem.
Kemampuan parallel hingga enam unit memungkinkan kapasitas dikembangkan hingga 3,6 MW.
BLUE Power Module berbasis Silicon Carbide menawarkan efisiensi ONLINE hingga 98,1%, sementara desain hot-swappable membantu memberikan fleksibilitas dalam penambahan dan perawatan power module.
Kompatibilitas dengan VRLA, Lithium-Ion dan Supercapacitor juga memberikan pilihan dalam menentukan energy storage sesuai backup time dan kebutuhan operasional.
Bagi data center dan industri yang mengalami pertumbuhan load, modular architecture dapat membantu mengurangi risiko oversizing sekaligus menyediakan jalur ekspansi yang lebih fleksibel.
Namun memilih UPS 300, 500 atau 600 kW tetap membutuhkan engineering calculation.
Total critical load, redundancy, future expansion, battery runtime, electrical distribution, bypass, cooling dan layout ruangan harus dihitung sebelum konfigurasi akhir ditentukan.
Dengan perencanaan yang tepat, UPS Modular Riello Multi Power2 dapat menjadi bagian dari critical power infrastructure yang scalable, efisien dan lebih mudah dikembangkan mengikuti kebutuhan fasilitas.
