UPS Modular 60 KVA Arostech HPM3300E-60 untuk Data Center dan Industri
Ketersediaan listrik yang stabil merupakan kebutuhan utama bagi data center, rumah sakit, fasilitas industri, sistem telekomunikasi, dan berbagai infrastruktur teknologi informasi. Gangguan listrik yang berlangsung beberapa detik saja dapat menghentikan proses produksi, memutus layanan digital, merusak data, atau menyebabkan perangkat elektronik sensitif mengalami gangguan. Karena itu, sistem kelistrikan kritis membutuhkan UPS yang tidak hanya mampu menyediakan daya cadangan, tetapi juga menjaga kualitas listrik dan mendukung kontinuitas operasional.
UPS modular 60 KVA Arostech [KSTAR] HPM3300E-60 dirancang untuk kebutuhan tersebut. Unit ini menggunakan teknologi online double conversion dengan konstruksi transformerless, konfigurasi 3-phase input dan 3-phase output, serta output power factor 1.0. Pada konfigurasi yang dibahas dalam artikel ini, satu kabinet menggunakan dua power module berkapasitas 30 KVA/30 kW, sehingga menghasilkan kapasitas total 60 KVA/60 kW.
Arsitektur modular memberikan fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan sistem berkapasitas tetap. Modul daya dapat ditangani secara individual, sementara desain hot-swappable membantu menyederhanakan proses pemeliharaan. HPM3300E-60 dapat menjadi pilihan untuk perusahaan yang membutuhkan perlindungan daya efisien, mudah dikembangkan, dan mampu disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Mengenal UPS Arostech HPM3300E-60
Arostech [KSTAR] HPM3300E-60 merupakan UPS modular dengan kapasitas kabinet 30–60 KVA/kW ketika menggunakan power module 30 KVA. Untuk mencapai kapasitas maksimal 60 KVA, kabinet dipasang dengan dua modul berkapasitas masing-masing 30 KVA. Setiap modul menghasilkan daya aktif hingga 30 kW karena UPS memiliki output power factor 1.0.
Teknologi online double conversion memproses daya listrik melalui rangkaian rectifier dan inverter. Beban memperoleh suplai dari inverter selama operasi normal, sehingga tegangan output dapat dikendalikan lebih konsisten. Topologi ini sesuai untuk server, storage, perangkat komunikasi, sistem kontrol, peralatan laboratorium, serta beban elektronik lain yang membutuhkan kualitas daya tinggi.
Desain transformerless membuat sistem lebih ringkas dan membantu menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi. UPS ini memiliki efisiensi hingga 95,8% pada AC mode, sedangkan ECO dan HECO mode dapat mencapai hingga 99% dalam kondisi pengujian standar. Efisiensi yang baik mengurangi rugi-rugi energi dan panas yang harus ditangani sistem pendingin ruangan.
Cara Kerja Konfigurasi 2 Modul UPS 30 KVA
Konfigurasi HPM3300E-60 terdiri dari:
- Satu kabinet UPS modular HPM3300E-60.
- Dua power module 30 KVA/30 kW.
- Kapasitas total terpasang 60 KVA/60 kW.
- Sistem 3-phase input dan 3-phase output.
- Baterai VRLA eksternal sesuai kebutuhan waktu cadangan.
Dua modul 30 KVA bekerja bersama untuk memasok total kapasitas 60 KVA. Namun, penting untuk membedakan antara kapasitas penuh dan redundansi. Jika beban mendekati 60 kW, kedua modul digunakan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas dan konfigurasi tersebut belum memberikan redundansi modul N+1. Redundansi baru dapat diterapkan apabila kapasitas modul yang tersisa setelah satu modul tidak beroperasi masih lebih besar daripada beban aktual.
Sebagai contoh, apabila beban kritis hanya sekitar 25 kW, dua modul 30 kW dapat direncanakan agar salah satu modul mampu menopang beban ketika modul lainnya menjalani perawatan. Sebaliknya, jika beban mencapai 50–60 kW, kedua modul diperlukan untuk memenuhi kapasitas. Karena itu, perencanaan UPS sebaiknya dimulai dari pengukuran beban aktif, beban puncak, karakteristik peralatan, dan rencana ekspansi.
Pelajari juga panduan cara menghitung kapasitas UPS agar pemilihan kapasitas tidak hanya didasarkan pada total nilai VA perangkat.
Keunggulan Teknis UPS Modular HPM3300E-60
1. Desain modular dan hot-swappable
HPM3300E-60 menggunakan pendekatan modular pada bagian power module, bypass module, monitoring module, dan modul kontrol. Komponen modular membantu teknisi melakukan pemeriksaan atau penggantian pada bagian tertentu tanpa harus memperlakukan UPS sebagai satu blok besar.
Kemampuan hot-swappable memberikan manfaat penting bagi fasilitas yang harus tetap beroperasi. Dalam kondisi dan prosedur yang sesuai, modul dapat ditangani dengan gangguan minimal terhadap sistem. Keuntungan praktisnya adalah waktu pemeliharaan lebih singkat, proses troubleshooting lebih terarah, dan risiko downtime dapat dikurangi.
2. Keandalan untuk beban kritis
UPS mengadopsi multiple digital bus dan sistem kontrol paralel redundan. Arsitektur ini membantu menjaga sistem tetap online apabila terjadi gangguan pada satu rangkaian. Jika salah satu power module mengalami gangguan, modul lain dapat tetap bekerja selama kapasitasnya masih mencukupi kebutuhan beban.
Lapisan conformal coating yang lebih tebal juga mendukung penggunaan pada lingkungan dengan panas, kelembapan, atau debu. Meskipun demikian, ruang UPS tetap harus memiliki ventilasi, temperatur, dan kebersihan yang sesuai agar umur perangkat dan baterai tetap optimal.
3. Output power factor 1.0
Output power factor 1.0 berarti kapasitas 60 KVA dapat menyediakan daya aktif hingga 60 kW. Karakteristik ini memungkinkan kapasitas UPS digunakan secara lebih optimal untuk berbagai perangkat modern yang memiliki kebutuhan daya aktif tinggi.
UPS juga mendukung beban tidak seimbang hingga 100%. Fitur ini bermanfaat pada sistem tiga fase ketika distribusi beban antar-fase tidak sepenuhnya sama. Walaupun demikian, pemerataan beban tetap disarankan untuk meningkatkan kualitas instalasi dan memudahkan pengelolaan sistem.
4. Efisiensi tinggi dan konsumsi energi lebih terkendali
Efisiensi AC mode hingga 95,8% membantu mengurangi energi yang hilang selama proses konversi. ECO dan HECO mode menawarkan efisiensi hingga 99% untuk kondisi operasional yang sesuai. Efisiensi tinggi berpengaruh terhadap biaya listrik, pelepasan panas, dan kebutuhan pendinginan.
Pemilihan mode operasi harus mempertimbangkan tingkat kritikal beban dan kualitas sumber listrik. Online mode umumnya menjadi pilihan utama untuk beban yang membutuhkan proteksi maksimum, sedangkan ECO atau HECO dapat digunakan setelah melalui evaluasi teknis.
5. Input lebih ramah terhadap sistem kelistrikan
Input power factor mencapai ≥0,99 dan total harmonic distortion arus input atau THDi ≤3% pada beban linear 100%. Nilai tersebut membantu meningkatkan pemanfaatan daya dari sumber listrik dan mengurangi distorsi harmonisa yang dikembalikan ke jaringan.
Rentang tegangan operasi mencapai 305–485 Vac pada beban 100%. Pada rentang 138–305 Vac, UPS dapat tetap beroperasi dengan derating hingga sekitar 40% kapasitas. Rentang input yang luas membantu sistem menghadapi variasi tegangan tanpa terlalu sering beralih ke baterai.
Untuk pembahasan pemilihan topologi, baca perbedaan UPS modular dan UPS konvensional.
Kualitas Output untuk Peralatan Sensitif
HPM3300E-60 menghasilkan tegangan nominal 380/400/415 Vac dalam konfigurasi 3Ph+N+PE. Regulasi tegangan output mencapai ±1%, sehingga tegangan ke beban dapat dijaga dalam rentang yang ketat. Total harmonic distortion tegangan atau THDv tercatat ≤1% untuk beban linear dan ≤3% untuk beban non-linear.
Crest factor 3:1 menunjukkan kemampuan UPS melayani beban elektronik yang menarik arus puncak lebih tinggi daripada arus RMS. Karakteristik ini relevan bagi server, power supply switching, perangkat jaringan, dan sistem elektronik modern.
Kemampuan overload pada inverter meliputi:
- Beban hingga 110% selama 60 menit.
- Beban hingga 125% selama 10 menit.
- Beban hingga 150% selama 1 menit.
- Beban di atas 150% menyebabkan inverter berhenti sekitar 1,2 detik sesuai karakteristik sistem.
Kemampuan overload bukan kapasitas operasi normal. Beban UPS harus direncanakan dengan margin yang memadai agar tidak terus-menerus bekerja mendekati batas maksimum.
Spesifikasi UPS Arostech HPM3300E-60
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | HPM3300E-60 |
| Kapasitas kabinet | 30–60 KVA/kW |
| Konfigurasi terpasang | 2 × 30 KVA/30 kW |
| Kapasitas total | 60 KVA/60 kW |
| Topologi | Online double conversion, transformerless |
| Sistem fase | 3-phase input, 3-phase output |
| Tegangan input | 380/400/415 Vac, 3Ph+N+PE |
| Rentang input | 138–305 Vac pada beban 40%; 305–485 Vac pada beban 100% |
| Input power factor | ≥0,99 |
| THDi | ≤3% pada beban linear 100% |
| Tegangan output | 380/400/415 Vac, 3Ph+N+PE |
| Regulasi tegangan | ±1% |
| Output power factor | 1.0 |
| Crest factor | 3:1 |
| THDv | ≤1% beban linear; ≤3% beban non-linear |
| Efisiensi AC | Hingga 95,8% |
| Efisiensi ECO/HECO | Hingga 99% |
| Jenis baterai | VRLA |
| Jumlah baterai | 30–50 unit per string; 36 unit standar |
| Arus pengisian maksimum | 18 A |
| Suhu operasi | 0–40°C |
| Kelembapan | 0–95% tanpa kondensasi |
| Tingkat kebisingan | <60 dB |
| Dimensi kabinet | 485 × 850 × 575 mm atau 13U |
| Berat kabinet | 79 kg |
| Dimensi power module | 440 × 620 × 86 mm atau 2U |
| Berat modul 30 KVA | 21 kg |
Sistem Monitoring dan Komunikasi
Pengelolaan UPS menjadi lebih mudah melalui layar sentuh berwarna yang menampilkan status operasi. Sistem mendukung pencatatan dan ekspor histori serta fault log, sehingga teknisi dapat melakukan evaluasi ketika terjadi alarm atau perubahan kondisi.
Antarmuka komunikasinya mencakup RS232, RS485, Parallel, LBS, BMS, dan dry contact. Relay card, SNMP card, serta sensor temperatur baterai tersedia sebagai opsi. Dengan SNMP, UPS dapat diintegrasikan ke sistem pemantauan jaringan sehingga status daya, baterai, alarm, dan gangguan dapat dipantau secara terpusat.
Fungsi LBS memungkinkan dua sistem UPS independen bekerja secara tersinkronisasi untuk meningkatkan keandalan arsitektur kelistrikan. UPS juga mendukung EPO dan REPO untuk kebutuhan penghentian darurat sesuai desain keselamatan fasilitas.
Konfigurasi Baterai dan Perhitungan Backup Time
HPM3300E-60 menggunakan baterai VRLA maintenance-free. Jumlah baterai dapat dipilih antara 30 sampai 50 unit per string, dengan 36 unit sebagai konfigurasi standar pada kondisi tertentu. Arus pengisian maksimum 18 A mendukung penggunaan bank baterai untuk kebutuhan waktu cadangan yang lebih panjang.
Jumlah baterai tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan kapasitas UPS. Perhitungan harus mempertimbangkan:
- Beban aktual dalam kW.
- Target waktu backup atau autonomy.
- Tegangan DC sistem.
- Kapasitas baterai dalam Ah.
- Efisiensi inverter.
- Faktor usia baterai.
- Temperatur ruang baterai.
- Batas kedalaman pelepasan baterai.
- Pertumbuhan beban pada masa mendatang.
Bank baterai juga membutuhkan rack atau cabinet, kabel intercell, kabel DC menuju UPS, breaker atau fuse DC, busbar, dan sistem proteksi yang sesuai. Penampang kabel harus dihitung berdasarkan arus, panjang jalur, metode pemasangan, dan batas voltage drop.
Informasi lebih lanjut dapat dibaca pada panduan memilih baterai VRLA untuk UPS.
Kompatibilitas UPS dengan Generator
UPS mendukung generator input dan memiliki Power Walk-In. Fitur tersebut membantu mengendalikan kenaikan beban secara bertahap saat generator mulai memasok UPS, sehingga dampak arus awal terhadap generator dapat dikurangi. Hal ini dapat membantu perencanaan kapasitas generator menjadi lebih efisien.
Namun, kompatibilitas tidak berarti generator dapat dipilih dengan kapasitas yang sama persis seperti UPS. Perhitungan generator harus mempertimbangkan beban lain pada panel, kebutuhan pengisian baterai, karakteristik step load, distorsi, faktor daya, dan margin operasional. Setting rectifier, charging current, serta Power Walk-In perlu dikoordinasikan pada saat commissioning.
Aplikasi UPS Modular 60 KVA
Data center dan server room
UPS dapat melindungi server, storage, perangkat jaringan, firewall, sistem komunikasi, dan peralatan pendukung. Desain modular memudahkan pengembangan sistem ketika kebutuhan daya meningkat.
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan
HPM3300E-60 dapat digunakan untuk sistem informasi rumah sakit, perangkat laboratorium, ruang diagnostik, dan beban pendukung medis setelah kesesuaian karakteristik beban diverifikasi. Peralatan yang menghasilkan energy feedback atau memiliki karakteristik khusus perlu diperiksa lebih lanjut sebelum dihubungkan.
Industri dan manufaktur
UPS modular 60 KVA sesuai untuk PLC, SCADA, komputer industri, instrumentasi, sistem kontrol, dan peralatan produksi sensitif. Conformal coating membantu ketahanan perangkat, tetapi ruang instalasi tetap harus memenuhi persyaratan lingkungan.
Telekomunikasi dan infrastruktur TI
Sistem transmisi, jaringan, pusat kontrol, perangkat keamanan, dan layanan digital membutuhkan pasokan listrik berkelanjutan. Fitur komunikasi HPM3300E-60 membantu tim operasional melakukan pemantauan secara lokal maupun jarak jauh.
Pelajari solusi lain melalui halaman UPS untuk data center dan infrastruktur TI.
Hal yang Harus Diperiksa Sebelum Memilih UPS 60 KVA
Sebelum melakukan pengadaan, lakukan survei dan verifikasi terhadap beberapa hal berikut:
- Ukur beban aktual dan beban puncak menggunakan power analyzer.
- Identifikasi jenis beban, arus awal, harmonisa, dan kemungkinan energy feedback.
- Tentukan margin kapasitas dan proyeksi pertumbuhan beban.
- Putuskan apakah sistem membutuhkan kapasitas penuh atau redundansi N+1.
- Tentukan target backup time berdasarkan prosedur operasional.
- Periksa kapasitas panel, breaker, kabel, grounding, dan jalur bypass.
- Koordinasikan UPS dengan generator dan sistem ATS/AMF.
- Siapkan ventilasi, pendinginan, akses servis, dan kekuatan lantai.
- Tentukan kebutuhan monitoring, SNMP, BMS, dan dry contact.
- Susun prosedur instalasi, pengujian, commissioning, serta pemeliharaan berkala.
Pendekatan ini menghindari dua kesalahan umum: memilih UPS terlalu kecil sehingga mudah overload, atau memilih kapasitas terlalu besar tanpa mempertimbangkan efisiensi dan biaya investasi.
Mengapa Memilih UPS Modular Dibandingkan UPS Konvensional?
| Aspek | UPS Modular | UPS Konvensional |
|---|---|---|
| Pengembangan kapasitas | Penambahan modul sesuai kapasitas kabinet | Umumnya menambah atau mengganti unit UPS |
| Pemeliharaan | Modul dapat ditangani secara individual | Sering melibatkan satu unit lengkap |
| Hot-swappable | Didukung pada modul terkait | Bergantung desain produk |
| Redundansi | Dapat dirancang pada tingkat modul | Umumnya melalui paralel antar-unit |
| Investasi | Dapat disesuaikan secara bertahap | Kapasitas biasanya ditentukan sejak awal |
| Ruang instalasi | Lebih kompak untuk ekspansi tertentu | Membutuhkan ruang tambahan ketika unit bertambah |
UPS modular cocok untuk fasilitas dengan kebutuhan yang berkembang dan tuntutan availability tinggi. UPS konvensional tetap dapat menjadi pilihan untuk beban stabil atau proyek dengan kebutuhan yang tidak berubah. Keputusan terbaik harus didasarkan pada total cost of ownership, tingkat kritikal sistem, kebutuhan redundansi, dan rencana ekspansi.
Kesimpulan
UPS modular 60 KVA Arostech [KSTAR] HPM3300E-60 menawarkan kapasitas 60 KVA/60 kW melalui dua power module 30 KVA. Perangkat ini menggabungkan teknologi online double conversion, output power factor 1.0, desain transformerless, efisiensi AC hingga 95,8%, serta ECO/HECO mode hingga 99%.
Desain modular dan hot-swappable membantu menyederhanakan pemeliharaan dan pengembangan sistem. Input power factor ≥0,99, THDi ≤3%, regulasi output ±1%, serta dukungan komunikasi yang lengkap menjadikannya relevan untuk data center, rumah sakit, industri, telekomunikasi, dan infrastruktur TI.
Meskipun demikian, keberhasilan implementasi UPS bergantung pada perencanaan yang benar. Kapasitas beban, redundancy, baterai, backup time, generator, panel, kabel, proteksi, kondisi ruangan, dan monitoring harus dihitung sebagai satu sistem terintegrasi.
Butuh konsultasi UPS modular 60 KVA untuk fasilitas Anda? DBSN Group siap membantu analisis beban, konfigurasi modul, perhitungan baterai, penentuan backup time, instalasi, dan commissioning. Kunjungi www.sentradaya.com untuk mendapatkan solusi yang sesuai kebutuhan proyek.









Reviews
There are no reviews yet.